Monday, February 2, 2009

Taatilah Peraturan Lalu lintas.

Apakah kita harus mentaati peraturan lalu lintas?

Guru PPkn : Iya, kita harus mentaati peraturan lalu lintas karena sebagai warga Negara yang baik, kita harus taat pada huklum yang berlaku. Mentaati peraturan lalu lintas adalah wujud pengamalan Pancasila sila ke4 butir ke ……..and so on and so forth.

Guru sosiologi : Yup, peraturan lalu lintas dibuat untuk menjamin ketertiban dan ketentraman warga. Jadi, harus ditaati supaya tercipta ketertiban. Kalau tidak dipatuhi, maka akan terjadi kesemrawutan dalam bermasyarakat..

Guru Tata Negara : Peraturan seyogyanya ditaati. Apabila tidak ditaati, maka martabat pemerintah seakan2 dilecehkan oleh rakyatnya. Jadi, untuk meningkatkan martabat pemerintah di mata rakyatnya, maka rakyat perlu "dipaksa" supaya taat pada peraturan. Termasuk peraturan lalu-lintas.

Guru Fisika : Kecelakaan terjadi karena ada tumbukan lenting sempurna yang berakibat rusaknya komponen benda yang bertumbukan tersebut. Nah, agar tidak terjadi kecelakaan, maka tumbukan lenting sempurna tersebut harus dihindari. Peraturan lau-lintas bertujuan untuk menghindari tumbukan lenting sempurna di jalan.

Guru ekonomi : Prinsip abadi biar untung adalah hindari kerugian semaksimal mungkin. Tekan angka kerugian di titik terendah. Janagn sampai terjadi kecelakaan. Karena kecelakaan adalah kerugian. Dan salah satu cara menghindari kerugian dalam bungkus kecelakaan adalah dengan mentaati peraturan lau lintas. Lagipula kecelakaan beresiko meninggal dunia yang artinya kehilangan manusia produktif.

Guru sejarah : Sejarah telah mencatat bahwa banyak kecelakaan disebabkan karena kecerobohan pengemudi yang "lupa" tidak mentaati peraturan lalu lintas. Dan sejarah tersebut terus berulang. Jadi, belajarlah dari sejarah.

Guru Bahasa Indonesia : Anak2, besok tugas mengarang ya! Judulnya : Bahaya tidak mematuhi peraturan lalu lintas. Karangan diketik di kertas kwarto spasi 1’5. Huruf times new roman. 5 lembar. Dikumpulkan besok…

Hehehe…Bandingkan dengan ilustrasi di bawah ini.
Saya diterima kerja di suatu perusahaan bonafit. Saya mendapat masa percobaab 1 minggu. Ini adalah hari pertama saya bekerja. Perusahaan tempat saya bekerja sangat ketat dalam hal disiplin. Telat berarti pecat. Sadis memang, tapi standar mutu yang tinggi memang perlu cara sadis untuk mencapainya.
Saya bangunnya telat karena keasyikan mimpi indah. Sayang mimpinya kalo harus dipotong padahal lagi asyik2nya. Bangun tidur lanngsung mandi gosok gigi pake baju terus naik motor dan berangkat.
Saya pasti telat kalo gak ngebut. Dan sesuai standar disiplin sadis perusahaan saya, telat berarti pecat. Muncul dilemma dalam benak saya, haruskah saya ngebut dan menerobos lampu lalu lintas?dengan resiko kena tilang dan motor saya nyenggol motor ibu2 yang baru pulang dari pasar dengan belanjaan banyak? Mungkin kalo ngebut saya bisa sampai kantor tidak telat. Jadi saya tidak dipecat.
Atau, haruskah saya jadi warga Negara yang baik dengan setia mematuhi semua peraturan lau lintas? Saya pasti telat dan dipecat. Saya warga Negara yang baik namun saya kehilangan pekerjaan. Saya akan menambah angka pengangguran di tengah krisis global..
Pilihan mana yang harus saya ambil?

Guru kesenian : Peraturan adalah pembatasan yang mengekang ekspresi seseorang. Sebagai makhluk yang bercita rasa seni tinggi, ekspresi kita tidak boleh dikekang. Peraturan adalah pengebirian terhadap jiwa manusia.

Guru filsafat : Manusia itu terlahir bebas. Dan aristoteles dalam bukunya telah mengatakan bahwa pengekangan terhadap jiwa manusia akan menimbulkan pemberontakan jiwa. SEmakin lama pengekangan tersebut semakin besar pula pemberontakannya. Dan suatu saat akan meledak.

Pakar Telematika (Pornomatika) : Foto Sarah dan Rahma Azhari itu asli. Berdasarkan metadata yang saya pelajari, foto itu diambil tanggal sekian jam sekian. Nah, untuk membuktikan spekulasi keaslian foto oleh saya, maka saya perlu mengecek langsung kemiripan objek di foto tersebut dengan objek aslinya. Akan saya amati tiap inchi objek asli tersebut dan saya bandingkan dengan citra digital ini. Dengan begini akan terbukti foto tersebut asli atau hanya tipuan photoshop. Nah, berhubung mbak Sarah dan Rahma orang sibuk, maka saya harus datang kesana tepat waktu. Jadi saya rasa, menerobos peraturan lalu-lintas bukan masalah besar. Kan, ini untuk kepentingan kita bersama…hehehe J

SEorang pembalap : Jalan raya adalah tempat yang berbahaya. Maut selalu mengintai di jalan raya.. Semakin lama di jalan semakin banyak bahaya. Semakin sedikit waktu dihabiskan di jalanan berarti semakin sedikit waktu kita berhadapan dengan bahaya. Maka dari itu, kita harus meminimalisir waktu kita di jalan sesingkat mungkin. NGebut adalah salah satu cara untuk mempersingkat waktu kita bercengkerama dengan jalan. Lumayan lebih cepat 10 menit. Disamping itu, mengasah kemampuan kita sebagai pembalap..

Saya : Saya bukan orang yang terlalu saklek terlalu taat pada peraturan lalu-lintas. Saya adalah orang yang maklumis (gampang maklum sama orang) dan pragmatis. Jadi, saya timbang2 dulu keuntungan dan resiko mentaati peraturan lalu lintas. Saya juga timbang2 keuntungan dan resiko apabila "ngeblong" peraturan lalu lintas. Dan sifatnya kontekstual dan situasional. Apabila saya rasa lebih menguntungkan dan resikonya lebih toleran mentaati peraturan lau lintas. Ya saya taati. Namun, apabila saya rasa lebih menguntungkan "ngeblong" lalu lintas dan resiko "ngeblong" tersebut masih dalam kategori dapat ditoleransi, saya pilih "ngeblong". Setiap pilihan pasti ada konsekuensi2nya. Jadi, bijaklah dalam memilih..

2 comments:

  1. walah... taat wae bos... :p

    ReplyDelete
  2. klo Guru kimia bilang apa bos...?
    hehehehe...
    mendingan bangun lebih pagi aja...biar ga banyak resiko di jlan maupun di kantor.

    http://notoflash.blogspot.com/

    ReplyDelete